Penataan Kawasan Rasuna Said Usai Monorel Dibongkar
www.kurlyklips.com – Penataan kawasan Rasuna Said memasuki babak baru setelah deretan tiang monorel lama resmi disingkirkan. Koridor bisnis ikonik di Jakarta Selatan ini perlahan bertransformasi dari wajah kusam penuh tiang mangkrak menjadi jalur kota yang lebih lapang, responsif, serta selaras dengan transportasi modern. Bagi banyak warga, perubahan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi momen koreksi arah perencanaan kota.
Saya memandang penataan kawasan Rasuna Said sebagai cermin cara Jakarta belajar dari masa lalu. Dari ambisi monorel yang terhenti, kota dipaksa berputar haluan menuju integrasi dengan LRT, MRT, serta moda berbasis jalan. Pertanyaan kuncinya: apakah pembongkaran tiang monorel sanggup melahirkan koridor urban yang nyaman, manusiawi, dan benar-benar mendukung mobilitas berkelanjutan?
Hilangnya tiang monorel mengubah persepsi ruang sepanjang koridor Rasuna Said secara drastis. Dahulu, bayang-bayang beton menjepit pandangan pengendara, pejalan kaki, juga penghuni gedung perkantoran. Kini, langit tampak lebih terbuka, jalur hijau berpeluang diperlebar, serta penataan kawasan Rasuna Said memasuki tahap visual yang jauh lebih rapi. Efek psikologisnya signifikan, karena warga mulai melihat koridor ini sebagai ruang hidup, bukan semata jalan penghubung.
Dari sisi lalu lintas, pembongkaran memberi peluang rekonstruksi geometri jalan. Ruas yang sebelumnya tersita pondasi tiang dapat diatur ulang untuk jalur umum, jalur sepeda, atau bahkan median hijau. Penataan kawasan Rasuna Said seharusnya tidak berhenti pada aspal baru saja. Jika momentum ini dipakai cerdas, pemerintah daerah dapat menjadikan Rasuna Said sebagai laboratorium kecil penerapan konsep jalan lengkap, di mana semua moda memperoleh porsi adil.
Pemindahan elemen monorel juga membuka kesempatan menyusun ulang tata utilitas bawah tanah. Pipa, kabel, serta jaringan drainase dapat diatur lebih sistematis. Di banyak kota maju, setiap proyek pembongkaran besar selalu dibarengi pembaruan infrastruktur tak kasatmata. Saya berharap penataan kawasan Rasuna Said mengikuti pola serupa, agar banjir, kabel semrawut, serta lubang jalan tidak lagi muncul bergantian setiap musim hujan.
Secara konsep, penataan kawasan Rasuna Said idealnya berpijak pada tiga pilar: mobilitas, ruang publik, serta keberlanjutan ekonomi. Mobilitas tidak cukup diartikan kelancaran kendaraan pribadi. Harus ada pergeseran perhatian ke angkutan umum, pesepeda, serta pejalan kaki. Langkah awal terlihat dari hadirnya halte, jembatan penyeberangan, juga integrasi dengan jaringan transportasi massal di sekitar Kuningan.
Dari kacamata ruang publik, Rasuna Said punya modal kuat. Barisan gedung perkantoran, hotel, serta apartemen menyuplai arus manusia besar setiap hari. Jika trotoar lebar, teduh, dan bebas pedagang liar, koridor ini dapat menjelma menjadi jalur urban aktif. Penataan kawasan Rasuna Said sebaiknya mengedepankan kualitas pengalaman berjalan kaki. Pohon rindang, bangku, elemen seni, serta pencahayaan ramah mata bisa mengubah rasa lelah menjadi rasa betah.
Namun, realita di lapangan sering kali tertahan kepentingan jangka pendek. Parkir liar, ojek mangkal, pedagang kaki lima, sampai proyek bangunan baru kerap memotong trotoar yang belum lama diperbaiki. Di titik ini saya menilai keberhasilan penataan kawasan Rasuna Said bergantung pada konsistensi kebijakan, bukan sekadar desain awal. Tanpa penegakan aturan yang tegas tetapi adil, setiap kemajuan fisik mudah sekali mundur beberapa langkah.
Menilik dinamika saat ini, masa depan Rasuna Said akan sangat ditentukan keberanian pemerintah memprioritaskan manusia dibanding kendaraan. Jika koridor ini diarahkan menjadi poros bisnis hijau dengan akses transportasi umum unggul, investasi jangka panjang akan mengalir lebih sehat. Penataan kawasan Rasuna Said pasca pembongkaran monorel seharusnya menjadi pelajaran mahal bahwa kota perlu fleksibel, tidak terjebak mega proyek yang rapuh secara perencanaan. Refleksi akhirnya sederhana: Rasuna Said bisa menjadi kisah bangkitnya perencanaan kota Jakarta, atau sekadar bab lain proyek setengah matang—pilihannya kini ada pada keberanian mengambil keputusan berorientasi warga.
www.kurlyklips.com – Transformasi cara bayar parkir pakai QRIS di Jakarta mulai terasa nyata. Langkah Pemprov…
www.kurlyklips.com – Gelombang investasi aset digital kembali memunculkan news kurang menyenangkan. Sejumlah korban penipuan kripto…
www.kurlyklips.com – Harga emas kembali mencetak rekor baru dan memicu euforia di kalangan pelaku bisnis.…
www.kurlyklips.com – Di tengah pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) Davos, satu topik mencuri perhatian:…
www.kurlyklips.com – Fintech lending diproyeksikan melaju kencang hingga 2026 dengan pertumbuhan dua digit. Bukan sekadar…
www.kurlyklips.com – Berita AC Milan kembali memanas setelah Real Madrid disebut hanya bersedia melepas bintangnya…