Categories: Berita Bisnis

TOURISE dan Konten Baru Pariwisata Global

www.kurlyklips.com – Di tengah pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) Davos, satu topik mencuri perhatian: bagaimana sektor pariwisata bisa menjadi mesin konten ekonomi baru senilai triliunan dolar. TOURISE hadir bukan sekadar sebagai pemain teknologi, melainkan sebagai penggagas cara pandang segar soal perjalanan, pengalaman, serta konten yang mengiringinya. Bukan lagi bicara liburan semata, tetapi ekosistem terpadu yang menautkan destinasi, pelaku usaha, kreator, hingga pembuat kebijakan.

Ambisi besar pun digulirkan: pariwisata global berpotensi menyumbang hingga 16 triliun dolar AS terhadap PDB dunia. Angka ini bukan hanya soal transaksi fisik, melainkan juga nilai konten digital yang muncul dari setiap perjalanan. Dalam konteks tersebut, TOURISE mencoba mengubah pariwisata menjadi panggung konten global, di mana setiap jejak wisatawan bisa dikonversi menjadi data, wawasan, cerita, serta peluang bisnis baru.

Konten Sebagai Aset Utama Pariwisata Baru

Selama bertahun-tahun, pariwisata identik dengan hotel, tiket, paket wisata, serta atraksi. Namun, pergeseran perilaku wisatawan membuat konten menjadi faktor penentu utama. Orang mencari inspirasi melalui video singkat, ulasan mendalam, atau panduan personal yang sangat relevan. TOURISE menangkap pergeseran ini lalu menjadikannya pusat strategi. Mereka melihat konten bukan pelengkap, melainkan bahan bakar utama yang menggerakkan ekosistem pariwisata digital.

Setiap foto, ulasan, hingga rekaman perjalanan mengandung informasi bernilai tinggi. Data preferensi rute, pilihan kuliner, hingga pola pengeluaran dapat dikemas ulang menjadi konten cerdas. TOURISE berupaya menggabungkan data tersebut menjadi insight komprehensif bagi destinasi maupun industri pendukung. Hasilnya, pariwisata tidak lagi hanya mengejar jumlah kedatangan, namun kualitas pengalaman yang tercermin lewat konten otentik para pengunjung.

Dalam pandangan saya, inilah titik balik penting. Sektor pariwisata sebelumnya sering terjebak pada promosi klise, sekadar menonjolkan pemandangan indah. Dengan pendekatan TOURISE, narasi berubah menjadi lebih strategis. Konten diolah sebagai jembatan antara harapan wisatawan, kapasitas destinasi, serta kebutuhan ekonomi lokal. Bila pengelolaan berkelanjutan terjaga, model seperti ini bisa memperkuat target PDB global 16 triliun dolar tanpa mengorbankan kualitas lingkungan serta budaya setempat.

WEF Davos, Ekonomi 16 Triliun, dan Peta Konten Baru

WEF Davos selalu menjadi ajang untuk menakar ulang arah ekonomi dunia. Ketika pariwisata dibicarakan sejajar sektor teknologi serta keuangan, itu menandakan perubahan status. TOURISE memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan bahwa konten pariwisata memiliki bobot ekonomi yang nyata. Bukan sekadar hiburan, melainkan sumber data lintas negara yang mampu menginspirasi kebijakan fiskal, investasi, hingga pengembangan infrastruktur cerdas.

Target PDB global 16 triliun dolar yang dikaitkan dengan pariwisata terdengar ambisius, namun punya landasan. Pertumbuhan kelas menengah, peningkatan konektivitas digital, hingga kebiasaan berbagi konten perjalanan menciptakan efek berantai. Setiap unggahan tentang destinasi tertentu mendorong minat, memicu kunjungan, lalu memperluas basis pendapatan. TOURISE mencoba menyusun rantai nilai ini secara terstruktur, sehingga konten tidak lagi tersebar acak tanpa manfaat jangka panjang.

Dari sudut pandang pribadi, kunci keberhasilan terletak pada keseimbangan antara monetisasi dan keaslian. Bila konten pariwisata hanya diarahkan demi keuntungan, risiko kejenuhan publik sangat besar. Pengalaman terasa artifisial, rekomendasi jadi tidak dipercaya. TOURISE perlu memastikan bahwa teknologi kurasi serta analitik tetap memberi ruang bagi cerita personal, suara lokal, serta sudut pandang minoritas. Ekonomi 16 triliun seharusnya tidak menenggelamkan nilai kemanusiaan yang justru membuat perjalanan terasa berarti.

Transformasi Konten, Tantangan Etis, dan Masa Depan Wisata

Transformasi pariwisata berbasis konten membuka peluang besar sekaligus sejumlah pertanyaan etis. Bagaimana perlindungan data wisatawan, hak atas konten yang mereka hasilkan, serta pembagian keuntungan kepada komunitas lokal yang menjadi latar cerita? TOURISE, bersama pemangku kepentingan global, perlu menjawab hal tersebut sejak awal. Bagi saya, masa depan pariwisata ideal adalah ketika konten berfungsi sebagai medium saling belajar, bukan sekadar alat promosi agresif. Refleksi pentingnya: sektor ini baru benar-benar sukses jika angka 16 triliun dolar diimbangi peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal, pelestarian alam, serta ruang bagi wisatawan untuk pulang dengan cerita yang jujur, bukan konten kosong tanpa makna.

Desi Prastiwi

Recent Posts

Revolusi Bayar Parkir Pakai QRIS di Jakarta

www.kurlyklips.com – Transformasi cara bayar parkir pakai QRIS di Jakarta mulai terasa nyata. Langkah Pemprov…

12 jam ago

News Penipuan Kripto: Mengapa Nama Besar Ikut Terseret?

www.kurlyklips.com – Gelombang investasi aset digital kembali memunculkan news kurang menyenangkan. Sejumlah korban penipuan kripto…

1 hari ago

Rekor Emas Baru: Peluang Bisnis Hingga 2026

www.kurlyklips.com – Harga emas kembali mencetak rekor baru dan memicu euforia di kalangan pelaku bisnis.…

2 hari ago

Fintech Lending 2026: Tumbuh Kencang, Siapa Siap?

www.kurlyklips.com – Fintech lending diproyeksikan melaju kencang hingga 2026 dengan pertumbuhan dua digit. Bukan sekadar…

5 hari ago

Berita AC Milan: Ujian Rekor Transfer dari Real Madrid

www.kurlyklips.com – Berita AC Milan kembali memanas setelah Real Madrid disebut hanya bersedia melepas bintangnya…

6 hari ago

Reformasi Pajak Baru: Risiko, Peluang, dan Masa Depan Bisnis

www.kurlyklips.com – Perubahan besar tengah mengintai dunia bisnis Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya menegaskan rencana perombakan…

1 minggu ago